PELUANG USAHA BERKEBUN MANGGA CHOKANAN

            

Beberapa tahun terakhir, mulai banyak yang melirik budidaya mangga chokanan. Selain karena keunggulan rasa dan warnanya, budidaya mangga asal Thailand ini relatif mudah. Sama seperti mangga namdokmai, mangga chokanan juga diintroduksi dari Thailand. Mangga Chokanan atau biasa juga disebut Chauk Anan dan Chooke Anan merupakan mangga favorit untuk dimakan sebagai mangga hijau karena rasanya yang tidak asam. Justru akan terasa sangat manis bila dikonsumsi pada kondisi yang sudah matang. Bentuk buahnya lonjong asimetris dengan ujung buah yang meruncing, lekukan dangkal, dan kadang berparuh. Buah yang masih muda berwarna hijau muda, sedangkan buah yang sudah tua (matang) berwarna kuning merata.

Mangga chokanan merupakan varietas yang paling mudah berbuah (genjah). Karakternya yang genjah dan sangat mudah dibuahkan membuat mangga chokanan dijuluki sebagai miracle manggo. Hanya dengan mengandalkan campuran media tanam serta penyinaran yang cukup, Tabulampot mangga chokanan sudah mampu menghasilkan buah. Hal lain yang disukai dari mangga chokanan adalah cenderung mudah dan cepat berbuah, baik saat musim kemarau maupun musim hujan. Sifatnya yang relatif tahan terhadap serangan penggerek batang, juga membuat mangga chokanan semakin diminati untuk dibudidayakan, baik untuk ditanam di lahan/kebun maupun dalam pot.

Bibit mangga chokanan dibudidayakan dengan teknik penyambungan atau okulasi. Pada teknik penyambungan, batang bawah bisa menggunakan batang mangga lokal yang terkenal lebih kuat ketimbang batang chokanan. Batang atas, adalah jenis chokanan.

Penanaman batang hasil penyambungan sebaiknya diberi jarak antar tanaman sekitar 5 - 6 meter. Jarak antar pohon harus diperhatikan untuk mengatasi lebatnya daun. Ini agar sirkulasi udara dan cahaya tiap pohon tetap terjaga. Mangga chokanan akan mulai belajar berbuah setelah berumur 3 bulan - 4 bulan setelah penyambungan.

Pembudidaya lainnya menggunakan teknik okulasi atau penempelan mata tunas untuk memperbanyak tanaman. Dengan menggunakan teknik okulasi bias dibilang lebih menguntungkan, karena dalam  satu batang bisa jadi beberapa mata tempel, hasilnya bisa lebih banyak dibanding sistem sambung. Proses pembibitan sistem okulasi berlangsung selama 6 - 9 bulan, hingga bibit mencapai tinggi 50 cm - 70 cm. Pada usia sekitar 2 tahun setelah okulasi pohon dapat berbuah secara normal. Kelebihan budidaya dengan okulasi ini selain produksi bibit bisa lebih banyak, juga tajuk pohon lebih bagus dan kokoh ketimbang budidaya secara sambung. Sehingga lebih kuat menahan terpaan angin.

Mangga chokanan memiliki kwalitas buah yang baik dan  mudah berbuah, hal inilah yang menjadikan mangga chokanan sangat prospek untuk dijadikan peluang usaha baru. Baik sebagai tambulapot atau ditanam di lahan/dikebunkan.